Makassar – Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menetapkan Muhammad Ammar Latif sebagai ketua umum melalui Musyawarah Besar (MUBES) XVIII, Ahad 21 Desember 2025 di Villa Datu Bua Takalar. Agenda tertinggi organisasi tersebut menandai estafet kepemimpinan sekaligus babak baru arah gerak lembaga penelitian mahasiswa di lingkungan UNM.
Ammar mengatakan penetapan dirinya sebagai nahkoda LPM Penalaran periode 2025-2026 merupakan hasil dari proses panjang selama berkiprah di internal lembaga tersebut. Ia menegaskan kepemimpinan yang akan dijalankannya ke depan bersifat kolektif-kolegial.
“Kepemimpinan ini adalah tanggung jawab kolektif yang hanya bisa dijalankan melalui kerja sama, dukungan, dan solidaritas seluruh kader,” tegas Ammar.
Ammar juga mengajak seluruh anggota LPM Penalaran UNM menjaga kebersamaan, loyalitas, dan komitmen sebagai fondasi utama organisasi. Ia menegaskan nilai tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan roda organisasi sekaligus mendorong LPM Penalaran UNM berkembang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Umum LPM Penalaran UNM periode 2024-2025, Wanda Muliandira Putri, menyebut penetapan ketua umum sebagai puncak musyawarah tertinggi. Ia menilai momen tersebut menjadi titik krusial dalam proses regenerasi kepemimpinan lembaga.
“Penetapan Ketua Umum merupakan hasil dari proses kolektif yang harus dijaga dan dihormati bersama. Saya berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan nilai-nilai kelembagaan serta membawa LPM Penalaran UNM ke arah yang lebih baik,” ujar dia.
MUBES XVII LPM Penalaran UNM Ditutup, Ketua Umum Baru Ditetapkan
MUBES XVII LPM Penalaran UNM resmi ditutup pada 21 Desember 2025 di Villa Datu Bua, Kabupaten Takalar. Forum tertinggi lembaga ini berlangsung sejak 17 Desember 2025 untuk mengevaluasi kepengurusan dan menetapkan kepemimpinan periode berikutnya.
Rangkaian MUBES mencakup penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2024/2025. Forum juga menetapkan Muhammad Ammar Latif sebagai Ketua Umum LPM Penalaran UNM Periode 2025-2026.
Wanda menyampaikan rangkaian tersebut menjadi penutup resmi masa kepengurusannya. Ia menegaskan seluruh proses organisasi yang dilalui merupakan bagian dari dinamika dan pembelajaran kelembagaan.
Sementara Ammar menyebut kepemimpinan yang diembannya merupakan tanggung jawab kolektif. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh anggota dalam menjalankan agenda lembaga ke depan.
Penutupan acara dilakukan oleh Pendamping LPM Penalaran UNM, Vivianti. Ia menegaskan proses regenerasi kepemimpinan merupakan bagian dari kesinambungan organisasi dan penguatan kelembagaan.
Melalui forum ringkat tertinggi itu, LPM Penalaran UNM menetapkan arah kepengurusan selanjutnya pada penguatan budaya dan kualitas penelitian. Fokus tersebut diarahkan untuk menjaga tradisi keilmuan yang kritis, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.