Melebarkan Peluang: Mahasiswa PIAUD STAI Al-Gazali Bulukumba Siap Jadi Academic Solopreneur

Mahasiswa PIAUD STAI Al-Gazali Bulukumba usai mengikuti Kuliah Tamu Inspiratif. (Istimewa)

Bulukumba – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tak lagi sekadar urusan ‘nyanyi dan bermain’ di ruang kelas konvensional. Lebih dari itu, anak didik tingkat PAUD kini sudah harus berorientasi ke hal-hal yang lebih konkret.

Karena itu, yang perlu dipersiapkan pertama-tama adalah kualitas manusia yang akan mengajar dan membina di satuan pendidikan PAUD.

Demikianlah pesan Dosen PG-PAUD UNM, Hasmawaty saat menjadi narasumber pada Kuliah Tamu Inspiratif yang dihelat oleh Prodi PIAUD STAI Al-Gazali Bulukumba, Sabtu, 7 Februari 2026.

Saat bercengkrama dengan peserta, Hasmawaty menantang mahasiswa berpikir dan berimajinasi secara bebas. Salah satu instrumennya adalah mengarahkan peserta agar tak sekadar bersiap jadi pengajar, tetapi naik kelas menjadi Academic Solopreneur.

“Keahlian mendidik anak usia dini memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikonversi menjadi produk edukatif, konten literasi digital, hingga jasa konsultasi profesional,” tutur dia saat paparan materi.

Lebih lanjut, Hasmawaty membagikan “resep” sukses bagi calon pendidik di era disrupsi, yaitu Spesialisasi yang Tajam: Menguasai satu bidang spesifik, seperti coding untuk anak atau stimulasi sensorik. Selain itu, Simplifikasi Akademik: Kemampuan mengemas teori yang kaku menjadi konten atau produk yang mudah dicerna publik, dan Digital Branding: Memanfaatkan platform digital untuk membangun kredibilitas sebagai pakar PAUD sejak dini.

Selayaknya dosen berpengalaman, jalannya diskusi jauh dari kesan membosankan. Hasmawaty mengajak mahasiswa melakukan simulasi cepat, sebuah praktik Problem-Based Learning untuk mengidentifikasi masalah di lapangan dan merancang solusinya secara kreatif.

Sementara itu, Ketua Prodi PIAUD, Sutra Awaliyah Darfin menyebut kegiatan itu  sebagai “warna baru”. Ia berharap kolaborasi lintas institusi dengan UNM ini mampu mencetak lulusan yang tidak hanya mumpuni secara pedagogis, tetapi juga memiliki mentalitas kewirausahaan yang tangguh.

Semua unsur yang hadir mengakhiri diskusi dengan berbincang hangat mengenai personal branding dan publikasi karya ilmiah, membuktikan bahwa mahasiswa PIAUD Bulukumba siap bersaing di ruang digital. (Rls)

Editor: AUD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: