Menyalakan Aksi dari Makassar: Menakar Kesiapan 46 Volunteer NALA Batch 7

Volunteer PRINSIP.ID mengikuti FInal Meet Up di Makassar. (Istimewa)

Portaltimur.id, Makassar – Masalah ketimpangan akses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah-wilayah sasaran masih menjadi pekerjaan rumah yang menuntut kepedulian kolektif. Menjawab tantangan tersebut, komunitas sosial PRINSIP.ID menggelar agenda “Final Meet Up Goes to Pengabdian NALA (Nyalakan Aksi, Lampaui Ambisi) Batch 7 Tahun 2026” di Taman Lego-lego CPI Kota Makassar, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan ini menjadi fase krusial sekaligus pemungkas bagi seluruh sukarelawan (volunteer) sebelum mereka diterjunkan langsung ke lapangan, tepatnya di Lannying, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. Bukan sekadar urusan logistik, agenda ini difungsikan sebagai ruang untuk menyatukan visi, menyamakan persepsi, serta memastikan seluruh kesiapan teknis maupun non-teknis telah matang.

Program NALA sendiri merupakan inisiatif berkelanjutan dari PRINSIP.ID yang berfokus pada penyediaan ruang belajar, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan karakter—terutama bagi anak-anak di wilayah yang menjadi sasaran program. Untuk tahun ini, sebanyak 46 volunteer telah terpilih dan dinyatakan siap terlibat langsung dalam mengimplementasikan misi sosial tersebut.

Di dalam forum Final Meet Up, puluhan pemuda ini menerima pembekalan akhir yang komprehensif. Materi yang diberikan mencakup teknis pelaksanaan program di lapangan, pembagian tugas spesifik, regulasi tata tertib selama masa pengabdian, hingga evaluasi final terhadap kesiapan perlengkapan.

Namun, lebih dari sekadar urusan administratif, forum ini juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kolaborasi dan kepedulian sosial antarsesama anggota.

Koordinator Lapangan Pengabdian NALA Batch 7, Andi Ariqah Naifah, menegaskan bahwa agenda ini dirancang bukan sekadar untuk koordinasi rutin. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menguji kembali komitmen para volunteer sebelum menghadapi realitas di masyarakat.

“Melalui Final Meet Up ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh volunteer tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki semangat pengabdian, rasa tanggung jawab, dan kepedulian yang tinggi,” ujar Andi Ariqah dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (16/07).

Ia juga menambahkan bahwa rancangan program ini diharapkan tidak hanya berdampak bagi warga, tetapi juga menjadi medium pendewasaan bagi para peserta. “Kami berharap setiap program yang dilaksanakan nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi pengalaman berharga bagi seluruh volunteer,” tandas Ariqah.

Final NALA
46 Volunteer PRINSIP.ID mengikuti final meet up bersama Founder, Jabal Nur. (Istimewa)

Melalui persiapan yang terukur, pelaksanaan Pengabdian NALA Batch 7 diharapkan mampu berjalan secara lancar, terarah, dan memberikan dampak positif yang sifatnya jangka panjang, bukan sekadar berbasis momentum sesaat.

Sebagai organisasi yang bergerak di ceruk sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, PRINSIP.ID mencoba memosisikan diri sebagai wadah yang konsisten. Komunitas ini berkomitmen untuk memantik lahirnya generasi muda yang tidak hanya peka secara sosial, tetapi juga berintegritas dan siap menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat.

Lewat akronimnya—Nyalakan Aksi, Lampaui Ambisi—NALA mencoba menjadi wujud konkret dari komitmen tersebut. Sebuah ajakan bagi anak muda untuk berani keluar dari zona nyaman, belajar, bertumbuh, dan mengabdi bersama demi menciptakan perubahan yang konsisten, dimulai dari langkah-langkah sederhana namun berdampak luas. (Rls)

Editor: AUD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: