Portaltimur.id, Bantaeng – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momentum krusial bagi sekolah untuk menanamkan fondasi awal pendidikan kepada para siswa baru. Hal ini pula yang ditekankan oleh SDS Muhammadiyah Bantaeng saat menyambut 25 murid baru yang resmi bergabung pada tahun ajaran ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDS Muhammadiyah Bantaeng, Abd. Rahman, menegaskan bahwa target utama sekolah yang dipimpinnya tidak sekadar mengejar capaian akademik di atas kertas. Lebih dari itu, sekolah berkomitmen membentuk generasi yang utuh.
“Target utama kami membentuk peserta didik yang berkarakter Islami, berakhlak mulia, disiplin, mandiri, memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang baik, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujar Rahman saat dikonfirmasi Portaltimur.id, Jumat, 17 Juli 2026.
Pria lulusan S1 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan S2 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menambahkan, visi enam tahun ke depan adalah meluluskan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga percaya diri untuk menjadi pelopor bagi Persyarikatan Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan masa depan.
Di tengah gempuran arus digitalisasi yang kerap membuat para orang tua cemas, SDS Muhammadiyah Bantaeng justru mengambil langkah adaptif. Rahman menyebutkan bahwa pihak sekolah memandang teknologi bukan sebagai ancaman, melainkan alat bantu yang harus dikuasai secara bertanggung jawab.
Oleh karena itu, sekolah mengintegrasikan literasi digital dan etika bermedia sosial ke dalam proses pembelajaran.
“Di sisi lain, kami memperkuat pendidikan karakter, pembiasaan ibadah, kepemimpinan, serta kegiatan organisasi agar anak tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memimpin dan mengambil keputusan yang baik,” tutur Rahman menjelaskan keseimbangan yang ingin dicapai sekolah.
Demi mewujudkan visi tersebut, SDS Muhammadiyah Bantaeng memadukan Kurikulum Nasional dari pemerintah dengan kurikulum ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) khas Muhammadiyah.
Menurut Rahman, kedua kurikulum ini tidak saling bertentangan, melainkan saling melengkapi agar peserta didik unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kuat dalam nilai-nilai keislaman.
Selain kurikulum yang kuat, suasana belajar yang inklusif dan aman turut menjadi prioritas utama. Rahman menekankan kepada seluruh tenaga pendidik untuk menyambut siswa dengan ramah, penuh kasih sayang, serta menutup ruang rapat-rapat bagi tindakan kekerasan maupun perundungan (bullying).
“Kami menyiapkan lingkungan belajar yang bersih, tertib, ramah anak, dan menerapkan kebijakan perlindungan anak. Kami ingin sekolah menjadi rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak,” kata Rahman.
Ketika ditanya mengenai peta persaingan dengan sekolah lain di Bantaeng, Rahman memberikan pandangan yang bijak. Ia menyatakan menghargai keunggulan yang dimiliki oleh setiap institusi pendidikan.
“Fokus kami bukan membandingkan diri dengan sekolah lain, tetapi terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Kami yakin mutu sekolah akan terlihat dari proses dan hasil yang dirasakan langsung oleh peserta didik dan orang tua,” tegas dia.

Pembenahan internal terus dilakukan secara konsisten, mulai dari peningkatan kompetensi guru, perbaikan sarana prasarana, hingga penguatan pembelajaran berbasis teknologi.
Seperti diketahui, SDS Muhammadiyah sendiri menjadi salah satu penerima Smart TV program pemerintah. Sehari-hari, guru telah melek dan menggunakan smartboard saat mengajar di kelas-kelas, menunjukkan komitmen dan konsistensi pendidik mengiringi proses murid berkembang bersama teknologi.
Di akhir penjelasannya, Rahman menggarisbawahi bahwa keberhasilan pendidikan seutuhnya tidak akan tercapai tanpa adanya sinergi. Pihak sekolah menempatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra utama. Hubungan komunikasi dua arah yang terbuka telah dibangun sejak masa MPLS ini.
“Sekolah tidak dapat bekerja sendiri. Dengan kolaborasi yang baik antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, insyaallah kita akan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berkemajuan, serta mampu menjadi pemimpin masa depan,” pungkas Rahman sembari menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang dititipkan oleh para orang tua siswa kepada SDS Muhammadiyah Bantaeng.
Editor: AUD