Bupati Bantaeng Akan Perbarui Balai Benih Terbengkalai Warisan Nurdin Abdullah

Bupati Uji meninjau sejumlah Balai Benih persiapan Petani Bangkit di Bantaeng. (Istimewa)

Bantaeng – Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), M. Fathul Fauzy Nurdin alias Uji bakal memperbarui semua Balai Benih yang sudah terbengkalai. Sebagaimana diketahui, sejumlah Balai Benih yang terbengkalai itu adalah bagian dari program percepatan pangan di era Nurdin Abdullah menjabat Bupati Bantaeng, yang tak lain adalah ayah Uji.

Uji mulai menggarap hal itu sebagai tindak lanjut atas komitmennya mendukung program Pemprov Sulsel tentang swasembada pangan. Terlebih, program tersebut sejalan dengan misinya, yakni Petani Bangkit.

“Akhir pekan dua hari ini kita manfaatkan untuk mengunjungi balai benih kita. Rupanya kondisinya sangat memprihatinkan dan ada juga terbengkalai,” kata Uji dalam keteranganya, Ahad 9 Maret 2025.

Dalam waktu dekat, Uji bakal merombak semua balai benih menjadi produktif lagi. Ia yakin, cita Petani Bangkit di Bantaeng bukanlah angan-angan.

Menurutnya, ketahanan pangan dapat dicapai karena semua pihak mendukung melalui program swasembada pangan yang telah menjadi komitmen Presiden Prabowo Subianto.  

“Insyaallah kita siap menjadi ujung tombak di Sulsel untuk penyediaan benih. Apalagi ini sejalan program yang diprioritaskan bapak gubernur (Andi Sudirman) dan bapak Presiden (Prabowo) soal swasembada pangan,” ujar dia.

Untuk itu, dirinya meminta dinas terkait untuk segera membuat proposal untuk revitalisasi balai benih Pemkab Bantaeng.

Bakal Kerja Sama dengan Unhas

Dalam waktu dekat, dia akan memerintahkan dinas terkait untuk mengajukan revitalisasi Balai Benih di Bantaeng. Setelah itu, Uji akan menandatangani MoU bersama Universitas Hasanuddin (Unhas).  

“Kita juga akan bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin agar kualitas bibit dan tanaman kita memiliki nilai yang tinggi,” tandas dia.

Ditempat yang sama, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Hortikultura dan Perkebunan Bantaeng, Masyhuri, mengapresiasi langkah cepat yang diambil dalam membenahi kondisi balai benih. 

“Alhamdulillah, tentunya kita sangat bersyukur. Karena balai benih peninggalan Prof Nurdin ini memiliki banyak asas manfaat. Baik bagi petani maupun pendapat daerah,” ungkap dia.

Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya Balai Benih Hortikultura Loka, Kawasan Agrowisata Mini Swofarm, Balai Benih Ikan Rappoa, dan Balai Benih Hortikultura Pattallassang. (Rls)

Editor: Agus Umar Dani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: