Silaturahim Pengurus FKLA Sulsel, Gubernur Siap Berkolaborasi

Pengurus FKLA Sulsel bersama Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. (Istimewa)

Makassar – Pengurus Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan bersilaturahim kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman pada Kamis, 2 April 2025.

Dalam silaturahim yang dihelat di Rumah Jabatan Gubernur itu, Ketua FKLA Sulsel Mustari Bosra memperkenalkan forum yang ia pimpin sebagai organisasi yang lahir dari keresahan para tokoh-tokoh agama.

“Kami mendambakan sebuah forum bersama yang bergerak tanpa sekat-sekat agama. Kami sepakat, itu hanya mungkin terjadi jika gerakan kita berlandaskan misi kemanusiaan,” kata dia.

FKLA, ungkap dia, terbentuk pada 11 Desember 2021 dengan ketua pertama yakni alm Wahyuddin Naro, yang saat itu juga merupakan Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama MUI Sulsel.

“Saat itu, para pendiri juga belajar dari pengalaman Pandemi Covid-19. Kami berpikir, bagaimana kalau gerakan-gerakan kemanusiaan yang saat itu terkesan bergerak dengan kelompok agamanya masing-masing, bersatu, bergerak bersama. Maka kami sepakatilah terbentuknya forum ini,” ungkap dia.

Dalam silaturahim itu, pengurus FKLA yang hadir adalah para Wakil Ketua, Adrie O Massie, Yonggris Lao, Yohanis Matris, Gede Durahman, dan Miguel Darmaji, Sekretaris Hasid Hasan Palogai dan Wakil Sekretaris Zulfikar Hafid. Hadir pula Wakil Sekretaris Dede Sari, A. Suriati Barisi, Aflachah Ani, Muslina, dan Bendahara Rudyho.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman
menyambut hangat pengurus FKLA yang hadir. Ia memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran FKLA yang mengambil orientasi gerakan pada kemanusiaan secara nyata.

“Saya memang sudah lama memikirkan kehadiran wadah bersama yang kita bisa berpikir hal-hal yang kita sama, dan itulah soal kemanusiaan, termasuk soal kampung tengah,” kata dia sambil tersenyum hangat.

Belakangan ini, dirinya juga sedang memikirkan betapa pentingnya pemahaman terkait kehidupan lintas budaya (cross culture). Menurut dia, banyak pihak yang selalu memaksakan persamaan kebudayaan padahal hal itu merupakan hal yang pasti berbeda.Karena itu, dirinya mengaku berbahagia atas keberadaan FKLA yang mengusung misi kemanusiaan.

“Kemanusiaan ini ruang aman, ruang yang semua bisa masuk. Kalau agama kan, ada memang yang tidak bisa dipaksakan, karena memang beda. Saya harap, FKLA fokus saja dengan gerakan kemanusiaan yang diusung, program-program yang meringankan beban manusia, terlebih soal kelaparan, kemiskinan,” tegas Gubernur.

Gubernur pun menyatakan siap memfasilitasi dan mendukung berbagai program kemanusiaan yang digagas FKLA.
Ia mengajak FKLA untuk membantuk Pemprov dalam program peduli lingkungan dan bencana.

“Tidak hanya sekadar menanam dan penghijauan, termasuk juga pengendalian sampah, yang itu juga arahan Bapak Presiden Prabowo,” kata dia.

Ia berharap, pertemuan ini menjadi awal sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan FKLA, demi menciptakan kedamaian dan keadilan sosial di Sulawesi Selatan. (Rls)

Editor: AUD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: