Bantaeng — Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantaeng akan menggelar Baitul Arqam pada 16–18 Januari 2025. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bantaeng.
Baitul Arqam tersebut bakal melibatkan instruktur dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) PWM Sulawesi Selatan. Selain itu, sejumlah instruktur lokal juga akan terlibat untuk memastikan materi berjalan kontekstual dan aplikatif.
Peserta kegiatan ini berasal dari kalangan pendidik dan tenaga kependidikan yang saat ini mengabdi di sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Mereka diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam penguatan nilai keislaman dan profesionalisme pendidikan.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bantaeng, Firdaus Manaf, menyebut jumlah peserta yang akan mengikuti Baitul Arqam mencapai 218 orang. Peserta tersebut berasal dari berbagai unit pendidikan Muhammadiyah di wilayah Bantaeng.
Firdaus menjelaskan, Baitul Arqam merupakan sistem pengkaderan khas Muhammadiyah yang meneladani metode pembinaan Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya. Tujuannya pengkaderan ini adalah menyamakan cara pandang, sikap, dan nilai kader dalam menjalankan misi persyarikatan.
“Forum ini tak hanya mengkonstruk paradigma dan paham Islam ala Muhammadiyah dan organisasi secara teoritis. Lebih dari itu, nilai-nilai harus hadir dalam laku dan praktik sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan,” ujar dia.
Menurut Firdaus, penegasan identitas kader penting agar ada karakter yang melekat pada setiap insan Muhammadiyah. Hal ini dinilai krusial agar masyarakat mudah mengenali arah dan wajah pendidikan Muhammadiyah.
Ia menambahkan, Baitul Arqam menjadi ruang pembentukan kader dengan ideologi, kepemimpinan, dan pola kerja yang sejalan. Keseragaman ini, kata dia, diperlukan agar Muhammadiyah tampil konsisten dan tidak membingungkan publik.
Ketua panitia pelaksana Baitul Arqam, Abd. Rahman, memastikan seluruh kesiapan kegiatan telah rampung. Lokasi pelaksanaan hingga fasilitas penginapan disebut telah dipastikan dan siap digunakan.
“Lokasinya tidak jauh dari Pantai Marina, publik lebih familiar BLK, di sana tempat kegiatannya. Soal syarat-syaratnya, akan menyusul ke sekolah masing-masing,” tutur Rahman.
Ia optimistis Baitul Arqam dapat berjalan lancar sesuai jadwal. Komunikasi vertikal dan horizontal internal Persyarikatan telah dilakukan panitia sejak tahun lalu.
Selain koordinasi internal Muhammadiyah, kata Rahman, panitia juga menjalin komunikasi dengan instansi pemerintahan, khusunya dinas terkait. Menurut dia, keterlibatan pemerintah penting bagi keberlanjutan dakwah Muhammadiyah, terutama di sektor pendidikan.
Editor: Agus Umar Dani