Portaltimur.id, Sidrap – Mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Inovasi Universitas Hasanuddin (Unhas) menyusun Peta Risiko Kerawanan Bencana di Kelurahan Kadidi, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat mitigasi banjir dan perencanaan pembangunan lokal.
Awalnya, Aisyah Djafiqa Andi Djabbar, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Unhas menggagas program inovasi tersebut. Ia lalu memperoleh dukungan penuh dari Lurah Kadidi, Rusmin Malik, serta pendampingan teknis dari tim terkait.
Menurut Aisyah, penyusunan peta ini berawal dari ketiadaan data geospasial kebencanaan resmi di wilayah Kelurahan Kadidi. Selama ini, kata dia, pemerintah setempat belum memiliki acuan visual untuk mengidentifikasi lokasi yang kerap terdampak genangan air.
Untuk mendalami itu, ia melakukan observasi lapangan serta wawancara mulai 9-21 Juli dan melanjutkan pemasangan peta pada 22 Juli 2026.
Ia akhirnya memperoleh konfirmasi warga bahwa banjir merupakan masalah tahunan saat musim hujan. Hasil temuan tersebut mempertegas urgensi penyediaan peta kerentanan agar langkah antisipasi tepat sasaran.
Aisyah bersama tim mahasiswa mengolah data melalui aplikasi ArcGIS setelah melakukan survei lokasi dan wawancara mendalam. Peta akhir menyajikan visualisasi lengkap sesuai standar kartografis seperti skala, legenda, dan arah mata angin.
Hasil pemetaan menunjukkan Lingkungan Makkawarue di bagian timur hingga tenggara tergolong zona kerawanan sedang. Sementara itu, wilayah lainnya berada pada kategori kerawanan rendah yang relatif lebih aman.
Aisyah berharap pemerintah kelurahan memanfaatkan data spasial ini dalam proses pengambilan keputusan infrastruktur. Selain itu, Lurah Rusmin Malik mengapresiasi kehadiran peta ini karena mampu mengisi kekosongan data resmi.
“Program berbasis bukti ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-11 tentang kota berkelanjutan. Kini, dokumen peta kerawanan telah diserahkan secara resmi sebagai acuan mitigasi bencana masa depan,” tandas Aisyah.
Editor: AUD