Bantaeng – Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah (Lazismu) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM)Bantaeng terus bergerak menebar manfaat di bulan suci Ramadan. Kali ini, sebanyak 10 anak yatim dan piatu di Kelurahan Lumpangan tersenyum sumringah usai menerima bantuan paket perlengkapan sekolah (school kit), Kamis (12/3/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan kolaborasi antara pengurus Lazismu Bantaeng bersama pengurus Masjid Darul Muttaqin dalam giat Tabligh Akbar dan Buka Puasa Bersama. Ketua Pengurus Masjid, Suparman Supabaja, menyebut bantuan itu secara khusus hanya menyasar anak-anak yang memenuhi syarat layak terima.
“Hari ini kita menyalurkan paket school kit kepada anak-anak kita yang masuk kategori yatim dan piatu. Paket ini diinisiasi oleh teman-teman pengurus Lazismu PDM Bantaeng,” ujar Suparman.
Gayung bersambut, Ketua Lazismu Bantaeng, Muhammad Taqwim, menceritakan kisah unik di balik penyaluran bantuan itu. Ternyata, aksi di Lumpangan ini bermula dari obrolan singkat saat kegiatan serupa di SDS Muhammadiyah Bantaeng pekan lalu.
“Di tempat itu, Pak Suparman bisik ke saya, ‘Saya juga mau adakan Tabligh Akbar, kalau ada paket school kit yang bisa dibagi, gaskan-mi juga’. Jadi saya bilang, ada paket yang bisa kita bagi, ayok,” kenang Taqwim sembari tersenyum.
Taqwim tidak menampik bahwa secara finansial, Lazismu Bantaeng mungkin tidak sebesar lembaga negara seperti Baznas. Namun, ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikumpulkan dari umat kembali sepenuhnya untuk kepentingan umat.
Artinya, Lazismu Bantaeng tidak memposisikan diri sebagai lebagai penimbung. Setiap menerima zakat saat Ramadan, infak dan shadaqah di hari-hari biasa, tak menunggu lama untuk disalurkan langsung kepada masyarakat.
“Recehan-recehan yang kami kumpulkan sepenuhnya kami pergunakan untuk kepentingan umat. Jumlahnya terbatas dan tidak besar seperti bantuan pemerintah pada umumnya. Tapi jangan lihat jumlahnya, lihat nilai ibadah di dalamnya,” tegas dia.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak melihat besar kecilnya bantuan, apalagi di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Menurutnya, agama mengajarkan untuk tetap berbagi baik di waktu lapang maupun sempit.
Langkah Lazismu ini bukan sekadar rutinitas filantropi. Taqwim menyinggung tragedi memilukan di NTT beberapa waktu lalu, di mana seorang anak secara sadar mengakhiri hidupnya karena keterbatasan alat sekolah.
Ia berkomitmen hal itu tidak boleh terjadi di daerah di mana Lazismu eksis. “Cukup ironis, ada anak kita di NTT yang mengakhiri hidupnya hanya karena kekurangan alat sekolah. Lazismu mengupayakan hal itu tidak terjadi di Bantaeng,” tutur dia.
Lebih lanjut, ia pun memberikan pesan terbuka bagi orang tua yang kesulitan membiayai sekolah anaknya. Taqwim meminta warga tidak sungkan untuk meminta bantuan ke lembaga zakat mana saja yang bisa diakses, termasuk Lazismu Bantaeng.
“Kalau tidak mampu-ki Ibu dan Bapak sekalian untuk sekolahkan anak-ta, jangan-ki sungkan dan malu-malu datang ke Baznas atau ke Lazismu. Karena anak yang menempuh pendidikan itu masuk kategori 8 asnaf (penerima zakat),” tutup Taqwim.
Selain pengurus masjid dan Lazismu, masyarakat setempat berbondong-bondong menghadiri Tabligh Akbar. Sejumlah pelayan masyarakat juga tampak hadir, mulai dari Kabag Kesra, Aparatur Kecamatan, dan juga Kepala Desa.
Usai sambutan-sambutan dan penyerahan paket School Kit, acara berlanjut dengan tausiah islami oleh Sekretaris PDM Bantaeng, Hasanuddin Arasy. Doktor alumni Unismuh Makassar itu mengawali ceramah dengan mengapresiasi pengurus masjid atas ikhtiar Tabligh Akbar dan Buka Puasa Bersama masyarakat setempat.
Hasanuddin juga bersyukur atas kehadiran Lazismu, yang tak hanya berbagi, tetapi menebar kebahagiaan di tengah-tengah kegiatan.
Editor: Agus Umar Dani