Portaltimur.id, Bantaeng – Tantangan dunia pendidikan di era globalisasi dan digitalisasi menuntut sekolah untuk bergerak dinamis. Tidak hanya fokus memacu kecerdasan pikiran, sekolah juga memikul tanggung jawab besar dalam membentengi moralitas anak.
Komitmen menjaga keseimbangan tersebut menjadi ruh utama SMP Ahlu Shuffah Muhammadiyah Karatuang dalam menyambut tahun ajaran baru melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala Sekolah SMP Ahlu Shuffah Muhammadiyah Karatuang, Abd. Jalil, mengungkapkan bahwa visi besar sekolahnya adalah melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh secara spiritual.
“Kami berharap sekolah mampu melahirkan peserta didik yang berprestasi secara akademik, dan terbentuk kepribadian mulia,” ujar Jalil saat berbincang dengan Portaltimur.id, Jumat, 17 Juli 2026, usai penutupan MPLS.
Menangkal Kecanduan smartphone dan Membentuk Mental Pemimpin
Menyikapi derasnya arus teknologi di kalangan remaja, SMP Ahlu Shuffah Muhammadiyah Karatuang mengambil langkah tegas namun terukur. Sekolah menerapkan aturan ketat terkait penggunaan smartphone yang diselaraskan dengan regulasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sebagaimana diketahui, Kemendikdasmen tentang pembatasan penggunaan smartphone di lingkungan sekolah ditujukan untuk meminimalkan distraksi digital selama proses belajar-mengajar sekaligus mencegah dampak negatif kecanduan. Aturan ini memberikan wewenang kepada satuan pendidikan untuk meregulasi waktu dan ruang penggunaan ponsel, sehingga teknologi hanya diakses secara terbatas untuk keperluan pembelajaran bermakna dan terbimbing.
Langkah ini diambil agar para siswa tetap melek teknologi tanpa harus terjebak dalam kecanduan digital yang merugikan. Sebagai gantinya, energi para siswa diarahkan pada pembentukan karakter nyata melalui momentum MPLS.
“Hal penting yang kami tekankan saat MPLS adalah penanaman mental kepemimpinan yang kuat pada diri setiap siswa,” kata Jalil.
Untuk menopang visi itu, kurikulum nasional dan kurikulum ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) diimplementasikan secara beriringan. Jalil menegaskan bahwa kedua kurikulum ini saling melengkapi dan berjalan selaras, didukung oleh para guru yang terus meningkatkan potensi kependidikan demi memberikan pelayanan terbaik.
Kombinasi kurikulum yang kuat terbukti membuahkan hasil nyata. SMP Ahlu Shuffah Muhammadiyah Karatuang tercatat sukses mempertahankan tradisi prestasi selama empat tahun terakhir, khususnya dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten di berbagai mata pelajaran.
“Bahkan tahun ini, SMP Ahlu Shuffah kembali menjadi wakil Kabupaten Bantaeng ke tingkat provinsi untuk O2SN mata pelajaran IPS. Beberapa alumni kami juga melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Bantaeng melalui jalur prestasi,” tutur Jalil.
Keberhasilan tersebut, menurut Jalil, tidak lepas dari kenyamanan lingkungan sekolah yang terus dibenahi secara infrastruktur, serta prinsip keteladanan yang wajib melekat pada setiap tenaga pendidik. Selama MPLS, para siswa baru pun langsung didekatkan pada materi ibadah dan akhlak yang bersumber dari tarjih Muhammadiyah.
“Penegasan kepada guru bahwa menjadi contoh untuk peserta didik adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Guru tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga harus diteladani,” tegas dia.
Pada akhirnya, Jalil menyadari bahwa menjalankan pendidikan yang ideal membutuhkan keterlibatan aktif dari luar sekolah. Pihak sekolah sengaja mengundang seluruh orang tua siswa baru untuk menyamakan persepsi sejak awal tahun ajaran, tepatnya saat MPLS.
Sekolah menekankan pentingnya peran orang tua dalam memotivasi dan mendukung anak-anak mereka, baik saat belajar di sekolah maupun ketika berada di rumah.
“Kami harus terhubung dengan mereka. Kerja sama yang baik antara sekolah dan rumah bisa melahirkan peserta didik yang teladan,” kata Jalil.
Melalui sinergi yang kokoh ini, Jalil optimistis sekolah yang dipimpinnya akan terus menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat luas, jika memberikan kepercayaan kepada kami, maka insyaallah kami akan memberikan yang terbaik agar peserta didik mampu menemukan jati diri dan mempersembahkan yang terbaik untuk keluarga serta sekolah,” tandas dia.
Editor: AUD