Sukses Geber PFP 1, Ketua PD IPM Bantaeng: Tak Hanya Regenerasi, tapi Juga Eksplorasi SPI Baru

Fasilitator dan Peserta PFP 1 Bantaeng usai penutupan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantaeng. (Istimewa)

Portaltimur.id, Bantaeng – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Bantaeng sukses menggelar Pelatihan Fasilitator Pendamping (PFP) 1 pada 12-16 Agustus 2026.

Kegiatan selama lima hari empat malam ini berlokasi di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Bantaeng.

PD IPM Bantaeng menggelar pelatihan ini untuk mengisi kekosongan pembina akibat banyaknya alumni yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah.

“Banyak alumni PFP 1 yang sudah purna dan melanjutkan pendidikan di luar. Forum PFP 1 ini menjadi keniscayaan yang harus kami jalankan,” kata Ketua PD IPM Bantaeng sekaligus Master of Training (MoT), Rudianto, Ahad 16 Agustus 2026.

Sebanyak 12 peserta mengikuti pelatihan ini. Rinciannya meliputi tujuh peserta asal Bantaeng, dua dari Makassar, dua dari Parepare, serta satu peserta dari Gowa.

Panitia mengikutsertakan delapan kader fasilitator lokal dan dua fasilitator bantuan dari Jeneponto serta Makassar untuk mengawal seluruh rangkaian forum pengkaderan.

Panitia semula menjadwalkan kegiatan ini pada Juni 2026. Namun, panitia menundanya agar persiapan berjalan lebih matang usai pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) PW IPM Sulsel di Pinrang.

Rudi menuturkan, forum ini fokus membedah fungsi fasilitator sesuai Sistem Perkaderan IPM (SPI) terbaru, yakni transisi dari SPI Kuning menuju SPI Putih.

“Banyak terobosan baru, termasuk IPM Kids. Kami harus menyesuaikan peran, mengingat poin penting SPI terbaru yang mengharuskan keterlibatan generasi Alpha untuk berorganisasi sejak dini,” kata dia.

Tak lupa, Rudi mengapresiasi seluruh fasilitator dan senior yang telah mendukung pelaksanaan agenda perkaderan tersebut hingga selesai.

Gayung bersambut, peserta asal Makassar, Moh. Aldyan Mahesaputra, memuji konsep pelatihan. Tak hanya konsep, tetapi juga teknikal pelaksanaan yang terbilang baru dan sesuai kebutuhan pengkaderan.

“Hal paling menarik, ada materi Pertolongan Pertama yang belajar langsung ke Klinik Sitti Khadijah Aisyiyah Bantaeng. Ini pengalaman yang berkesan,” ujar Mahesa.

Setelah kegiatan ini, kata Mahesa, ia siap terjuan di pengkaderan Kota Makassar maupun di luar daerah.

IPM Bantaeng
Peserta dan Fasilitator PFP 1 kunjungan belajar di Klinik Sitti Khadijah Aisyiyah Bantaeng. (Istimewa)

Sementara itu, peserta asal Bantaeng, Suci Cahyariadi, menyebut pelatihan ini sebagai bentuk perayaan bulan kemerdekaan dengan memerdekakan pikiran.

“Panjang umur perjuangan, kita akan melanjutkan tugas di pengkaderan selanjutnya, semangat-semangat,” kata Suci.

Terakhir, para peserta memungkasi seluruh rangkaian kegiatan PFP 1 dengan berekreasi bersama di Permandian Alam Eremmerasa Bantaeng.

Editor: AUD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: