Mencetak Generasi Komplit: Intip Daya Pikat MTsS Muhammadiyah Bantaeng yang Kian Dilirik 

Ratusan siswa MTsS Muhammadiyah Bantaeng melaksanakan senam sehat anak Indonesia di Lapangan Olahraga Pantai seruni. (Istimewa)

Portaltimur.id, Bantaeng – MTsS Muhammadiyah Bantaeng menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mengejar nilai akademik semata dalam proses pembelajaran. Sekolah ini berfokus membentuk lulusan yang cerdas, berakhlak baik, serta memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitarnya.

Wakil Kepala Sekolah MTsS Muhammadiyah Bantaeng, Muhammad Taqwin, menjelaskan bahwa visi tersebut dirangkum dalam tema besar Pelajar Berkemajuan: Berprestasi, Berakhlak, Berdampak.

Melalui prinsip ini, budaya belajar sekolah mendorong siswa untuk tidak hanya berpikir tentang cita-cita pribadi, tetapi juga tentang manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Kami ingin mereka tidak hanya bertanya ‘Saya mau jadi apa?’, tetapi juga ‘Saya mau memberi manfaat apa?’. Menurut kami, itulah esensi dari pendidikan Muhammadiyah,” ujar Taqwin, Kamis 30 Juli 2026. Ia menyampaikan hal ini saat sesi wawancara tentang pendaftar murid baru yang terus meningkat setiap tahunnya.

Menghadapi tantangan era digital, MTsS Muhammadiyah Bantaeng memilih pendekatan yang terarah dalam memandu para siswa menggunakan perangkat teknologi.

Sekolah tidak melarang penggunaan handphone, melainkan mengarahkannya sebagai sarana belajar, berkarya, dan berkolaborasi secara bertanggung jawab.

Penggunaan teknologi tersebut diimbangi dengan penguatan karakter melalui pembiasaan ibadah rutin, penegakan kedisiplinan, budaya membaca, serta partisipasi aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial.

Taqwin menekankan pentingnya menyelaraskan kemampuan digital dengan nilai-nilai moral. “Teknologi akan terus berkembang, tetapi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh berubah,” kata Taqwin.

Dalam pelaksanaannya, sekolah memadukan Kurikulum Nasional dengan kurikulum khas Muhammadiyah. Kurikulum Nasional digunakan untuk membekali siswa dengan kompetensi akademik dan keterampilan abad ke-21. Sementara itu, kurikulum Muhammadiyah memperkuat pemahaman keislaman, pembentukan akhlak, serta jiwa kepemimpinan.

Siswa MtsS
Siswa baru MTsS Muhammadiyah Bantaeng mengenakan batik khas-nya. (Istimewa)

Melalui penggabungan ini, pembelajaran materi umum seperti Matematika, IPA, maupun Bahasa tetap dibimbing oleh nilai-nilai kejujuran dan kepedulian sosial.

Selain itu, pihak sekolah meyakini bahwa keberhasilan pendidikan memerlukan kolaborasi yang kuat antara sekolah dan orang tua. Komunikasi terbuka terus dibangun agar proses pembinaan karakter anak berjalan beriringan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Budaya Sekolah Ramah Anak dan Inklusif

Selama ini, MTsS Muhammadiyah Bantaeng menerapkan budaya sekolah yang ramah anak, ramah menyapa, dan saling menghargai. Pihak sekolah juga secara tegas menolak segala bentuk kekerasan maupun perundungan di lingkungan pendidikan.

Taqwin menuturkan bahwa guru diposisikan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan bagi para murid. Dia menambahkan, kepercayaan masyarakat akan tumbuh seiring dengan bukti nyata perbaikan kualitas pelayanan, fasilitas, dan pembentukan karakter lulusan.

“Keberhasilan sebuah sekolah bukan hanya ditentukan oleh guru atau kepala sekolah, melainkan oleh kuatnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, Persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat luas,” tutur Taqwin.

Diketahui, MTsS Muhammadiyah Bantaeng menerima sebanyak 95 siswa untuk tahun ajaran 2026-2027. Angka itu menambah jumlah keseluruhan siswa aktif saat ini menjadi 318 orang.

Editor: AUD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: