Sempat Vakum, Layanan TK di Desa Bonto Karaeng Bantaeng Kembali Hidup Lewat Aisyiyah

Suasana belajar murid baru TK ABA Desa Bonto Karaeng bersama pendidik. (Istimewa)

Portaltimur.id, Bantaeng – Abd. Rahman menginisiasi pendirian TK Aisyiyah Bustanul Athfal di Kampung Pa’rasangang Beru, Desa Bonto Karaeng, Bantaeng.

Awalnya, alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bantaeng ini mendatangi Kantor Pimpinan Daerah Aisyiyah Bantaeng pada 28 Januari 2026 lalu.

Rahman yang kini menempuh pendidikan (S3) di Universitas Muhammadiyah Malang, memperjuangkan sekolah ini karena Desa Bonto Karaeng menjadi satu-satunya wilayah yang belum memiliki layanan TK.

Ia juga sangat prihatin, sebab warga setempat terpaksa mengantar anak mereka bersekolah ke desa tetangga yang berjarak cukup jauh.

Rahman sendiri tak memungkiri bahwa wilayah Pa’rasangang Beru sebenarnya pernah memiliki fasilitas sekolah TK, namun layanan tersebut telah lama tutup.

TK ABA
Suasana saat Rahman mengunjungi PD Aisyiyah Bantaeng di Kantor Sekretariat. (Istimewa)

Sinergi Aisyiyah dan Harapan Masyarakat

Ketua Majelis PAUDDASMEN Aisyiyah Bantaeng, Mardiah, menyambut baik aspirasi tersebut demi memperluas akses pendidikan anak usia dini. Respons itu selanjutnya dibincangkan oleh para pengurus lalu membawa hasilnya ke rapat khusus Pimpinan Daerah Aisyiyah.

Selanjutnya, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Bantaeng, Saurawiyah beserta sejumlah pimpinan lainnya melakukan kajian mendalam serta persiapan teknis pendirian sekolah tersebut.

Oleh karena itu, Aisyiyah resmi mendirikan TK ABA Pa’rasangang Beru pada tanggal 1 Juni 2026.

PD Aisyiyah Bantaeng sebagai pihak pengelolah sekolah langsung menetapkan satu kepala sekolah, satu tenaga pengajar, serta seorang operator sekolah.

Pada angkatan pertama ini, sebanyak 10 anak resmi mendaftar sebagai murid baru di sekolah tersebut.

Rahman mengaku terharu dan menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh warga Desa Bonto Karaeng atas berdirinya sekolah baru ini.

“Hadirnya TK ABA adalah kesyukuran bagi masyarakat, tidak perlu lagi ke desa tetangga menyekolahkan anak yang jaraknya jauh,” ujar Rahman, saat dikonfirmasi Portaltimur.id, Senin 3 Agustus 2026.

Dengan begitu, Rahman menegaskan kehadiran TK ABA Pa’rasangang Beru menjadi bukti nyata dari sinergi dakwah pendidikan berkemajuan.

Editor: AUD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: