LPM Penalaran UNM Boyong Calon Fasilitator Kunjungi Kalla Institute, Ini yang Dipelajari

ToT LPM Penalaran di Mall Nipah. (Istimewa)

Portaltimur.id, Makassar — Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar agenda Outing Class di Bikin-Bikin Creative Hub, Nipah Park, Makassar, Rabu 9 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Training of Trainers (ToT) 2026 untuk memperluas wawasan industri para calon fasilitator.

Para peserta mengunjungi dua instansi sekaligus, yakni Kalla Land & Property serta Pusat Pengembangan Bisnis dan Manajemen (PPBM) Kalla Institute.

Panitia merancang kegiatan ini selaras dengan tema utama ToT 2026, yaitu “Teliti Menyiapkan, Cermat Memfasilitasi: Membangun Fasilitator Penalaran yang Berkualitas”. Melalui program ini, peserta mempelajari lingkungan kerja profesional, etika kerja, manajemen kepemimpinan, hingga pengembangan kultur kerja yang efektif.

HCBP Manager Kalla Land & Property, Muh. Agus Prianto M, menekankan pentingnya pola pikir berkembang dalam dunia kerja. Ia menyebutkan tiga elemen utama untuk mencapai kesuksesan, yakni Key Performance Indicators (KPI) atau target, strategi pencapaian, serta perilaku (behavior) yang mendukung.

“Fokuslah untuk memberikan yang terbaik, bukan fokus menjadi yang terbaik. Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujar Agus kepada peserta.

Sementara itu, Operation Head PPBM Kalla Institute, Tri Suci Gita Wahyuni Suryo, menjelaskan tahapan teknis yang harus dilalui seorang trainer sebelum menyalurkan pelatihan. Menurutnya, proses tersebut dimulai dari identifikasi kebutuhan klien, penggalian akar masalah, hingga perancangan program yang presisi.

“Prosesnya dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan klien, menggali akar masalahnya, lalu mendesain program sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan sasaran, hingga akhirnya siap di-delivery,” jelas Suci.

Pemateri memberikan kesan mendalam bagi para peserta ToT 2026. Salah satu peserta, Muhammad Ammar Latif, menilai kegiatan ini membuka sudut pandangnya mengenai pentingnya inisiatif dan budaya kerja.

“Segala sesuatu yang dikerjakan harus punya tujuan dan perlu usaha yang konsisten. Yang terpenting, kita harus punya rasa inisiatif dan memegang kultur baik dalam pekerjaan,” kata Ammar.

Peserta lainnya, Hardiansyah Rasyid, menambahkan bahwa menjaga pola pikir merupakan kunci utama dalam menghadapi dunia kerja maupun proses pembelajaran.

“Pikiran kita akan menjadi takdir kita,” tutur Hardiansyah.

Usai mengakhiri sesi pemaparan di Kalla Land & Property dan PPBM Kalla Institute, rombongan peserta Outing Class melanjutkan rangkaian kegiatan ke Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan di Kompleks Permata Hijau Lestari. (Rls)

Editor: AUD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: