Ratusan Kendaraan Kepung SPBU Makassar sampai Bikin Macet Parah, Pemuda Muhammadiyah Ultimatum 3×24 Jam ke Pertamina!

Komandan KOKAM PD Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Muhammad Fahmi. (Dok. Pribadi)

PORTALTIMUR.ID, MAKASSAR – Antrean kendaraan mengular berkilo-kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memicu kemacetan parah di berbagai ruas jalan Kota Makassar. Menyikapi situasi kritis ini, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Makassar mendatangi pihak Pertamina untuk menyuarakan keresahan warga dan mendesak penanganan darurat.

BPO Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) PD PM Makassar, Muhammad Fahmi, menegaskan bahwa kedatangan organisasinya membawa suara masyarakat yang terdampak langsung oleh fenomena kepadatan pengantre Bahan Bakar Minyak (BBM).

Di kesempatan itu, Fahmi meminta pihak Pertamina melakukan manajemen krisis yang cepat, keterbukaan data, serta komitmen yang terukur. Setidaknya, kata dia, bisa dibuktikan dalam kurun waktu 3×24 jam sejak hari ini.

Fahmi menilai fenomena ini sebagai masalah luar biasa yang mengganggu kebutuhan dasar masyarakat, sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor agar tidak memicu dampak yang lebih luas.

Secara khusus, Fahmi mendesak pihak Pertamina memberikan akses khusus bagi kendaraan pelayanan keumatan dan darurat agar tidak terjebak dalam antrean kemacetan.

“Kami meminta ada solusi konkret dan efektif untuk kendaraan pelayanan keumatan milik Muhammadiyah, seperti ambulans dan mobil rescue, agar mendapatkan tempat khusus dan betul-betul tidak mengantre. Aturan ini juga harus berlaku untuk semua unit kendaraan pelayanan keumatan dari lembaga lain,” ujar Fahmi.

Selain akses kendaraan darurat, dia juga mendorong Pertamina menyediakan fasilitas dasar bagi warga yang terjebak antrean panjang hingga berjam-jam.

“Pertamina harus melihat ini sebagai masalah yang membutuhkan respons cepat. Fasilitasi pelanggan yang mengantre dengan layanan customer care, seperti penyediaan air minum, makanan ringan, hingga sarana ibadah yang memadai. Antrean ini memakan waktu berjam-jam dan melewati waktu salat. Jangan sampai situasi ini membuat warga melepaskan kewajiban salat,” tutur Fahmi.

Fahmi juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat dari aparat penegak hukum dan fungsi intelijen untuk mengusut tuntas penyebab krisis ini. Sekaligus, kata dia, harus segera dilakukan untuk mencegah aksi spekulan atau oknum yang memanfaatkan situasi.

Antrean BBM
Suasana pertemuan organisasi kepemudaan dengan pihak Pertamina. (Istimewa)

Menanggapi tuntutan tersebut, Direktur Utama Pertamina menyambut positif dan berkomitmen merespons cepat usulan dari PD PM Makassar. Pertamina menjanjikan penetapan titik khusus pengisian BBM fast track bagi kendaraan pelayanan keumatan pada hari ini, yang berlokasi langsung di Depo Pertamina kawasan Pelabuhan.

Pihak Pertamina juga mengapresiasi masukan PD PM Makassar sebagai catatan strategis. Menurut Fahmi, Pertamina menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan keumatan tetap berjalan optimal dan tidak terbengkalai di tengah krisis BBM yang melanda Kota Makassar.

Editor: AUD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: