Amil Camp Lazismu Sulsel di Bantaeng Usung Konsep Green Al-Ma’un dan Edukasi Ekologi

Suasana pembukaan Amil Camp Lazismu Sulsel di Pondok Pesantren Riyadus Shalihin Bantaeng. (Rudianto)

Bantaeng, Portaltimur.id – Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Amil Camp di Bantaeng, Sabtu 22 Agustus 2026.

Para amil berkumpul di Pondok Pesantren Riyadus Shalihin Bantaeng. Sebanyak 22 Lazismu kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan menghadiri acara tahunan ini.

Giat camp Lazismu Sulsel perdana ini fokus pada pelestarian lingkungan hidup, dengan mendorong gerakan konservasi alam berbasis ajaran agama Islam.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantaeng, Samsud Samad, menyampaikan gagasan teologi lingkungan dalam pembukaan acara. Ia menegaskan pentingnya aksi nyata warga Muhammadiyah.

“Muhammadiyah tidak hanya menerapkan Teologi Al-Ma’un, tetapi juga mengembangkan konsep konservasi atau Green Al-Ma’un,” tegas Samsud Samad saat sambutan.

Samsud menjelaskan bahwa warga Muhammadiyah harus memberi contoh nyata dalam menjaga bumi. Ia menilai kepedulian lingkungan merupakan bentuk kesalehan sosial dan bukti keimanan.

“Muhammadiyah Bantaeng telah menyiapkan program penanaman pohon di atas tanah wakaf. Program ini menyasar kelompok tani lokal yang telah terdata,” kata dia.

Karena itu, Samsud mengajak seluruh peserta memanfaatkan momen Amil Camp untuk bertukar pikiran. Diskusi antarwilayah diharapkan dapat memperkuat daya gerakan lingkungan Muhammadiyah.

Gayung bersambut, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bantaeng, Muhammad Tafsir, menyambut positif pelaksanaan Amil Camp. Pemerintah Kabupaten Bantaeng menilai lokasi kegiatan sangat strategis.

“Kehadiran Lazismu Sulsel membantu pemerintah daerah mewujudkan visi Bantaeng Bangkit, khususnya misi masyarakat religius,” ujar Tafsir.

Amil Camp
Pj Sekda Bantaeng, Muhammad Tafsir mengapresiasi Amil Camp Lazismu Sulawesi Selatan. (Rudianto)

Tafsir menilai kegiatan ini berhasil menggabungkan pendekatan religius dan ekologis. Pemkab Bantaeng membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Lazismu.

Ia menyarankan Lazismu menjajaki kemitraan strategis dengan Koperasi Merah Putih. Tafsir menilai, jika kolaborasi ini terwujud maka dapat memperkuat ekonomi warga Bantaeng.

Tafsir juga meminta para amil menjadikan Amil Camp sebagai ruang berbagi praktik baik. Ia berharap pengalaman sukses dari daerah lain dapat diterapkan juga di Bantaeng.

Editor: AUD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga: