Portaltimur.id, Barru – Pencatatan keuangan yang rapi sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan. Tidak sedikit dari mereka yang masih mengandalkan ingatan atau buku catatan seadanya, sehingga sulit memantau arus kas hingga potensi keuntungan usaha.
Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Talumae hadir membawa solusi digital. Mereka meluncurkan sekaligus mendampingi langsung para pelaku UMKM di Desa Talumae dalam mengoperasikan aplikasi pencatatan keuangan bernama SAKU, Sabtu, 25 Juli 2026.
Inisiatif ini menyasar langsung unit-unit usaha lokal, seperti toko kelontong, dengan metode door-to-door agar pendampingan berjalan lebih personal dan efektif.
Aplikasi SAKU dikembangkan untuk menjawab kerumitan pembukuan manual yang selama ini membebani pedagang kecil. Lewat aplikasi ini, pemilik usaha dapat mencatat setiap transaksi pemasukan dan pengeluaran secara langsung dari genggaman.
Tak hanya itu, SAKU juga dilengkapi berbagai fitur penunjang, mulai dari pemantauan saldo real-time, ringkasan dan mutasi transaksi, hingga laporan laba rugi otomatis.
Pengembang sekaligus pelaksana program, Muh. Egy Ardiansyah H., menjelaskan bahwa SAKU didesain sesederhana mungkin agar ramah bagi pengguna awam.
“Aplikasi SAKU saya ciptakan dengan harapan dapat membantu pelaku UMKM dalam mencatat keuangan sehari-hari, khususnya setiap transaksi di toko mereka. Semoga ini memudahkan mereka dalam mengelola dan menjaga kesehatan keuangan usahanya,” ujar Egy.
Warga setempat menyambut inovasi itu dengan antusias. Salah satu pemilik toko kelontong Toko Balqis bernama Surahmi mengaku merasakan langsung manfaat pendampingan tersebut. Setelah menerima bimbingan oleh mahasiswa, ia kini mulai beralih menggunakan SAKU untuk mencatat setiap barang yang keluar-masuk.
“Aplikasi ini memang sangat membantu saya dalam menjalankan usaha sehari-hari, terutama untuk mencatat keuangan agar lebih teratur,” ungkap Surahmi.
Melalui pendampingan berkelanjutan ini, tim KKN-T Unhas Posko Talumae berharap pemanfaatan teknologi tepat guna seperti SAKU tidak berhenti sebagai kegiatan formalitas belaka. Lebih dari itu, aplikasi ini diharapkan terus digunakan secara konsisten demi mendorong tata kelola UMKM Desa Talumae yang lebih modern, tertib, dan berkelanjutan. (Rls)
Editor: AUD