Portaltimur.id, Bantaeng – Lazismu Kabupaten Bantaeng menggandeng komunitas pemuda PRINSIP.ID menyalurkan bantuan buku Iqro’ untuk anak-anak di Dusun Parring-parring, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat literasi Al-Qur’an dan pengenalan aksara Hijaiyah (Arab) di wilayah pelosok Bantaeng.
Ketua Lazismu Bantaeng, Muhammad Taqwin, mengungkapkan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung pendidikan keagamaan anak-anak di Bantaeng. Ia menilai sinergitas adalah kunci menyelesaikan tantangan pendidikan.
“Sebagai lembaga filantropi, Lazismu percaya bahwa perubahan besar tidak dapat dilakukan sendirian. Sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, komunitas, dan individu adalah kunci utama dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan umat,” ujar Taqwin, Selasa (21/7/2026).
Taqwin menjelaskan, penyerahan buku Iqro’ di Dusun Parring-Parring ini sekaligus melengkapi jangkauan program di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Bantaeng.
“Kurang lebih dua bulan terakhir, kami telah menyalurkan buku Iqro’ di semua kecamatan, tinggal Uluere saja yang belum terjangkau, karena rencananya penyaluran akan dilakukan bersamaan dengan pelantikan PCM baru. Tapi karena ada tawaran kolaborasi dari teman-teman komunitas PRINSIP.ID, kami tentu sangat terbuka,” ungkap dia.
Taqwin juga mengutus dua orang eksekutif turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. “Dua eksekutif kami berangkat langsung ke Parring-parring menemui teman-teman komunitas yang sedang mengabdi. Insyaallah kolaborasi ini membawa manfaat besar bagi anak-anak di sana,” pungkas Taqwin.
Gayung bersambut, volunteer PRINSIP.ID, Yahya, menilai Bantuan sarana literasi keagamaan ini dinilai krusial dalam menunjang program edukasi yang tengah dijalankan para relawan di lokasi pengabdian. Ia menyebut hal itu sebagai hal vital dalam mendukung program pembinaan Al-Qur’an bagi anak-anak desa setempat.
“Kami punya kelas pembinaan Al-Qur’an, sehingga buku Iqro’ ini sangat penting untuk kami di lokasi pengabdian. Mayoritas anak-anak dampingan kami juga masih mendaras, belajar membaca huruf dan pengucapannya. Ini membantu mereka fasih membaca Al-Qur’an,” kata Yahya.

Yahya menceritakan, suasana haru dan gembira mewarnai momen penyerahan buku. Anak-anak tampak sangat antusias ketika memegang buku panduan membaca huruf Hijaiyah tersebut.
Momen itu pun dimanfaatkan para relawan untuk menanamkan pemahaman mendasar mengenai pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an bagi seorang muslim, sekaligus mengaitkannya dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Saat buku Iqro’ dibagikan, anak-anak sangat senang dan antusias. Kami sampaikan kepada mereka bahwa fasih membaca Al-Qur’an adalah kewajiban sebagai pemeluk agama Islam, dan hal ini seirama juga dengan penanaman nilai sila pertama Pancasila,” tutur dia.

Editor: AUD